Wednesday, May 26, 2010

10 hal yg mendatangkan kecintaan kepada Allah SWT

10 hal yg mendatangkan kecintaan kepada Allah SWT

Original Link : Klik sini

Setiap yg bergelar hamba pasti ingin memiliki kecintaan kepada Allah swt, sebagaimana juga kita mengharapkan cinta-Nya yg Maha Agung pada kita. Namun, semakin meniti usia, cinta yang dipupuk kadang2 belum mantap. Dan kita masih mencari- cari...Lalu bagaimana?

PERTAMA

Membaca Al Qur’an dengan merenungi dan memahami maknanya, sebagaimana seseorang memahami sebuah buku yaitu dia menghafal dan harus mendapat penjelasan terhadap isi buku tersebut. Ini semua dilakukan untuk memahami apa yang dimaksudkan oleh si penulis buku.

[Maka begitu pula yang dapat dilakukan terhadap Al Qur’an, qalamullah...]

KEDUA

Mendekatkan diri kepada Allah dengan mengerjakan ibadah yang sunnah, setelah mengerjakan ibadah yang wajib. Dengan inilah seseorang akan mencapai tingkat yang lebih mulia yaitu menjadi orang yang mendapatkan kecintaan Allah dan bukan hanya sekadar menjadi seorang pecinta. Namun haruslah berwaspada, jauhi segala perasaan riak dan takbur atau ingin menunjuk- nunjuk. Sebaik2 waktunya para sahabat sekalian, adalah pertengahan malam di mana mata- mata manusia lain sedang tertutup. Ingin saya kongsikan satu hadis qudsi yang berbunyi,

'Bahawasanya Allah taala bermegah dengan hamba- hamba-Nya yg bangun di tengah malam kerana beribadat.

Berfirman Allah di hadapan malaikat,

"Lihatlah hamba-hamba Ku itu, mereka telah bangun di tengah malam di waktu tiada seorang pun yg melihat mereka kecuali Aku. Wahai malaikat, saksikanlah bahawa Aku telah sediakan untuk mereka syurga, tempat tinggal kehormatanKu"

KETIGA

Sentiasa mengingati Allah dalam setiap keadaan dan waktu, baik di dalam hati mahupun lisan dan amalan. Ingatlah, kecintaan pada Allah akan diperoleh sekadar dengan keadaan zikir kepada-Nya.

KEEMPAT

Lebih mendahulukan kecintaan pada Allah daripada kecintaan pada dirinya sendiri ketika dia dikuasai hawa nafsunya. Begitu pula dia selalu ingin meningkatkan kecintaan kepada-Nya, walaupun harus menempuh berbagai kesulitan.

KELIMA

Merenungi, memperhatikan dan mengenal kebesaran nama dan sifat Allah. Begitu pula hatinya selalu berusaha memikirkan nama dan sifat Allah tersebut berulang kali. Barangsiapa mengenal Allah dengan benar melalui nama, sifat dan perbuatan-Nya, maka dia pasti mencintai Allah. Oleh karena itu, mu’athilah, fir’auniyah, jahmiyah (yang kesemuanya keliru dalam memahami nama dan sifat Allah), jalan mereka dalam mengenal Allah telah terputus (karena mereka menolak nama dan sifat Allah tersebut).

KEENAM

Memperhatikan kebaikan, nikmat dan karunia Allah yang telah Dia berikan kepada kita, baik nikmat lahir mahupun batin. Inilah faktor yang mendorong untuk mencintai-Nya.

KETUJUH

Inilah yang begitu istimewa- yaitu menghadirkan hati secara keseluruhan tatkala melakukan ketaatan kepada Allah dengan merenungkan makna yang terkandung di dalamnya.

KELAPAN

Menyendiri dengan Allah di saat Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir untuk beribadah dan bermunajat kepada-Nya serta membaca kalam-Nya (Al Qur’an). Kemudian mengakhirinya dengan istighfar dan taubat kepada-Nya.

KESEMBILAN

Duduk bersama orang-orang yang mencintai Allah dan bersama para shidiqin. Kemudian memetik perkataan mereka yang seperti buah yang begitu nikmat. Kemudian dia pun tidaklah mengeluarkan kata-kata kecuali apabila jelas maslahatnya dan diketahui bahawa dengan perkataan tersebut akan menambah kemanfaatan baginya dan juga bagi orang lain.

KESEPULUH

Menjauhi segala sebab yang dapat mengahalangi antara dirinya dan Allah Ta’ala. Contohnya seperti berbual kosong yang tidak bermanfaat kerana itu boleh menyebabkan kita terleka dari mengingati Allah swt, menjauhi perkara- perkara yang lagha, sehinggalah kepada hal- hal yang menjurus kepada maksiat. Wa iyyadz zubillah... Mudah- mudahan Allah jauhi kita dari perkara2 yang menghalang kita dari pandangan rahmat-Nya, insyaallah ^_^.

Semoga kita senantiasa mendapatkan kecintaan Allah, itulah yang seharusnya dicari setiap hamba dalam setiap detak jantung dan setiap nafasnya. Ibnul Qayyim mengatakan bahawa kunci untuk mendapatkan itu semua adalah dengan mempersiapkan jiwa (hati) dan membuka mata hati.

‘Wahai orang2 yg beriman, masuklah ke dalam islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu ikuti langkah2 syaitan.Sesungguhnya ia musuh yang nyata bagimu.’

(Al-Baqarah:208)

0 comments:

Post a Comment